Senin, 23 Mei 2011

PEMBANGUNAN MONOREL DI JAKARTA AKAN DILANJUTKAN

Jakarta, 22/6/2010 (Kominfo-Newsroom) – Gubernur DKI Jakarta FauziBowo menegaskan bahwa pembangunan monorel yang sempat terhentiselama beberapa tahun akan dilanjutkan kembali oleh PemerintahProvinsi (Pemprov) DKI Jakarta. 

“Monorel disepakati akan diteruskan segera setelah pembahasanmasalah kompensasi dengan pihak swasta selesai,” kata Gubernurdalam sambutannya dalam rapat paripurna DPRD memperingati HUT DKIke-483 di gedung DPRD DKI Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa(22/6).

Saat ini, appraisal atau penilaian sedang dilakukan oleh BadanPengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengenai aset yang harusdibayar Pemprov seperti tiang pancang yang telah terpasang dibeberapa tempat.

Pembangunan monorel yang dirancang untuk dua jalur itu terhentikarena tidak adanya investor bagi moda transport berbasis rel itu.Namun pihak pengembang terlanjur membangun tiang-tiang pancang yangdinilai mengotori pemandangan kota jika dibiarkan.

Selain melanjutkan monorel, Gubernur menyebut bahwa pembangunanmoda transportasi lain di Jakarta tetap akan dilanjutkan mengingatsaat ini tingkat kemacetan sudah sangat mengkhawatirkan.

“Kereta api dalam kota yang terintegrasi dengan moda angkutanlain akan tetap diusahakan,” katanya.
Selain itu, juga dilakukan pengoperasian dua koridor buswayTransjakarta yaitu koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan koridor X(Cililitan-Priok) pada akhir tahun 2010 mendatang.

Pembangunan Mass Rapit Transit (MRT) yang ditargetkan beroperasipada 2016 juga masih berlanjut dimana saat ini dalam prosesperancangan desain dasar di Departemen Perhubungan.

Selain menambah moda angkutan umum, Gubernur mengatakan bahwapenambahan luas jalan juga tetap dilakukan mengingat pertumbuhankendaraan yang pesat.

“Perluasan jalan tetap akan dilakukan dengan pembangunan flyover dan underpass. Pembatasan kendaraan seperti `3 in 1` yangmendapat sorotan juga akan diganti dengan sistem lain yang lebihbaik salah satunya seperti Electronic Road Pricing,” katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauziyang hadir dalam rapat paripurna tersebut menyatakan dukungannyaterhadap upaya DKI mengembangkan angkutan publik.
“Saya melihat Jakarta sudah menyediakan busway yang semakin baikdari waktu ke waktu,” kata Mendagri memuji.

Meskipun demikian, Mendagri menekankan pelayanan busway masihtetap harus ditingkatkan terutama untuk faktor kenyamanan danketepatan waktu kedatangan bus.

Penambahan jalan juga dinilai Gamawan dibutuhkan karena denganasumsi pertumbuhan kendaraan seperti beberapa tahun terakhir,Jakarta membutuhkan penambahan jalan sepanjang 2,5 kilometerperhari.
Rapat paripurna yang rutin digelar tiap HUT DKI tanggal 22 Juniitu juga dihadiri oleh anggota DPR RI dan DPD daerah pemilihan DKIJakarta.

Rangkaian acara telah disiapkan selama sebulan penuh untukmerayakan HUT Jakarta, misalnya Pekan Raya Jakarta (PRJ) atauJakarta Great Sale yang rutin digelar tiap tahun. (Antara/toeb)

Comment:  saya sangat setuju dengan di bangunnya monorel di Indonesia, karena dengan di dirikannya/ dibangunnya monorel ini. Benar-benar efektif untuk mengurangi kemacetan di jakarta dibandingkan dengan busway (trans jakarta). Karena monorell melalui jalur atas, sedangkan busway melawati jalur yang dulunya jalan umum lalu saat ini di gunakan sebagai jalur busway sendiri. Jadinya jalan semakin sempit. Tetapi apabila monorel sangat efektif karena dapat mengurangi kemacetan tanpa menguranginya jalur/ jalan umum.

Selasa, 17 Mei 2011

Tommy Gagas Partai Nasional Republik





JAKARTA -- Persaingan keras antar partai politik di pemilihan umum 2009 lalu, tidak membuat jera sejumlah pihak membuat gerbong baru. Setelah gagal dalam pencalonan Ketua Umum Partai Golkar, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto ingin mendirikan parpol baru yang dinamai Nasional Republik.

"Partai yang memiliki lambang mirip dengan Nasional Demokrat itu, menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) perdana mereka kemarin. Menyingkat diri dengan sebutan Nasrep, Tommy Soeharto -panggilan akrab Hutomo- mendirikan partai dengan latar belakang oranye itu bersama sejumlah tokoh lain.

"Rakornas ini adalah permulaan, meminta pendapat dari kader di seluruh daerah," kata Edi Waluyo, salah satu penggagas Nasrep di Hotel Crowne, Jakarta, Jumat, 22 April.

Tommy sendiri, dalam pembukaan Rakornas itu tidak tampak hadir. Namun, hampir semua gambar spanduk Nasrep menggunakan latar belakang wajah putra mantan Presiden Soeharto itu. Edi menyatakan, dirinya secara langsung diminta Tommy membuka Rakornas itu. "Beliau tidak hadir karena alasan teknis saja," ujarnya.

Menurut Edi, secara resmi Nasrep belum dideklarasikan sebagai partai. Rakornas I yang digelar adalah untuk mencari kebulatan tekad bersama kader. Tercatat, perwakilan kader dari 33 provinsi semuanya hadir dalam Rakornas tersebut.

"Wakil dari kabupaten/kota juga ada yang datang," ujarnya tanpa merinci berapa jumlah perwakilan daerah yang hadir.

Pembentukan Nasrep sendiri, kata Edi, berawal dari gagasan dirinya bersama sejumlah tokoh untuk mendirikan partai. Tommy sendiri sejak awal sudah terlibat dalam perumusan pembentukan Nasrep. "Kira-kira sudah sejak setengah tahun lalu," ujarnya.

Dengan jargon sebagai partai yang merakyat, Edi menyatakan optimis Nasre bisa berbicara banyak dalam pemilu mendatang. Edi merasa, Nasrep nantinya bisa menjawab keresahan masyarakat yang sudah merasa apatis dengan parpol. Nasrep nantinya akan menunjukkan diri dengan kerja-kerja nyata. "Dengan treshold tiga persen pun, Insya Allah kita yakin (lolos)," ujarnya.

Langkah awal yang harus dilakukan, tentu sesegera mungkin mendeklarasikan Nasrep sebagai parpol. Rencananya, deklarasi itu akan digelar pada Juni, satu bulan sebelum pendaftaran parpol di Kementrian Hukum dan HAM masuk. "Yang pertama tentu kita lolos verifikasi dulu, tapi kita sudah siap," yakinnya.

Apakah Tommy sendiri otomatis akan menjadi Ketua Umum Nasrep? Edi menyatakan, kemungkinan itu terbuka. Hanya saja, keputusan itu nantinya tergantung pada hasil Rakornas yang akan berakhir pada hari ini. "Posisi Mas Tommy tergantung kawan-kawan," tandasnya.

Selain Tommy dan Edi sebagai penggagas, beberapa nama lain yang juga terlibat di Nasrep adalah Neneng Hatuti. Mantan Sekjen Partai Hanura Yus Usman Sumanengara dikabarkan juga terlibat. (jpnn)
Comment : komentar saya dengan rencana Tommy Soeharto yang ingin mendirikan sebuah Partai Politik. Kalau menurut saya sebaiknya kurungkan saja niat untuk mendirikan partai politik baru. Karena untuk mendirikan sebuah partai politik harus menggunakan biaya yang tidak sedikit. Sebaiknya bergabung saja dengan partai-partai politik yang sudah ada. Memang Di sisi lain mendirikan partai memang bagus supaya lebih tingginya tingkat persaingan dalam pemilu. Tetapi dengan mendirikannya parta politik baru sangat menghambur-hamburkan uang nengara yang digunakan sebagai biaya operasional yang diberikan oleh negara.
Link: http://beta.fajar.co.id/read-20110423000930-tommy-gagas-partai-nasional-republik

Pembobol ATM BCA Mungkin Orang Dalam

JAKARTA - Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi menyatakan pihaknya masih terus mendalami kasus pembobolan dana nasabah Bank BCA melalui ATM. Pihaknya tidak memungkiri keterlibatan orang dalam.  

       “Berbagai kemungkinan akan kita kembangkan dari modus operandi yang sekarang sedang dipelajari. Jadi bisa orang dalam, ada kemungkinannya,” kata Ito kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2010).
        Dia menjelaskan, orang dalam bisa saja berkontribusi memberikan nomor PIN atau petugas yang biasa mengganti uang dan yang menempatkan skimmer. Meski demikian Ito juga mengungkapkan dari sisi keteledoran pemilik ATM.

“Dalam artian, memberikan nomor PIN dan sebagainya, tapi juga bisa petugas yang suka mengganti uang atau penempatan alat skimmer atau juga keteledoran dari nasabah itu sendiri,” papar Ito.
 
Hari ini, katanya, polisi sudah menerima laporan pembobolan Rp70Juta. Sementara yang baru melapor sudah dua orang.
 
“Saya mengimbau kepada para nasabah atau yang memiliki rekening di bank-bank tertentu, bisa dicek dulu apakah ada kecurigaan (kekurangan) dalam saldonya. Kalau ada laporkan,” tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan modus pembobolan dan akan mengembangkan untuk mengungkap pelakunya.
 
“Jadi ini masih dalam penyelidikan. Kami ingin agar kasus ini terungkap secepat-cepatnya. Kami perkirakan orangnya masih berada di sana,” jelasnya.

Commentar : ya sebenarnya bila dalam kasus ini memang ada keterlibatan oleh orang dalam, seharusnya di selidik secara tuntas. Bagaimana kronologisnya dan cara-cara pelaku dalam melakukan tindakan yang merugikan orang banyak ini. Supaya tidak semakin merugikan nasabah/masyarakat. Dan tidak semakin menjamurnya masalah-masalah dan kejadian-kejadian pembobolan ATM seperti ini. Supaya lebih bisa berhati-hati dalam modus yang digunakan oleh pembobol atm tersebut.

Link: http://news.okezone.com/read/2010/01/21/337/296346/polri-pembobol-atm-bca-mungkin-orang-dalam

Minggu, 05 Desember 2010

Manusia Dan Penderitaan


Manusia Dan Penderitaan

Penderitaan
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Mengenai penderitaan yang dapat memberikan hikmah, contoh yang gamblang dapat dapat dicatat disini adalah tokoh-tokoh filsafat eksistensialisme. Misalnya Kierkegaard (1813-1855), seorang filsuf Denmark, sebelum menjadi seorang filsuf besar, masa kecilnya penuh penderitaan. Penderitaan yang menimpanya, selain melankoli karena ayahnya yang pernah mengutuk Tuhan dan berbuat dosa melakukan hubungan badan sebelum menikah dengan ibunya, juga kematian delapan orang anggota keluarganya, termaksud ibunya, selama dua tahun berturut-turut. Peristiwa ini menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi Soren Kierkegaard, dan ia menafsirkan peristiwa ini sebagai kutukan Tuhan akibat perbuatan ayahnya. Keadaan demikian, sebelum Kierkegaard muncul sebagai filsuf, menyebabkan dia mencari jalan membebaskan diri (kompensasi) dari cengkraman derita dengan jalan mabuk-mabukan. Karena derita yang tak kunjung padam, Kierkegaard mencoba mencari “hubungan” dengan Tuhannya, bersamaan dengan keterbukaan hati ayahnya dari melankoli. Akhirnya ia menemukan dirinya sebagai seorang filsuf eksistensial yang besar.
Penderitaan Nietzsche (1844-1900), seorang filsuf Prusia, dimulai sejak kecil, yaitu sering sakit, lemah, serta kematian ayahnya ketika ia masih kecil. Keadaan ini menyebabkan ia suka menyendiri, membaca dan merenung diantara kesunyian sehingga ia menjadi filsuf besar.
Lain lagi dengan filsuf Rusia yang bernama Berdijev (1874-1948). Sebelum dia menjadi filsuf, ibunya sakit-sakitan. Ia menjadi filsuf juga akibat menyaksikan masyarakatnya yang sangat menderita dan mengalami ketidakadilan.
Sama halnya dengan filsuf Sartre (1905-1980) yang lahir di Paris, Perancis. Sejak kecil fisiknya lemah, sensitif, sehingga dia menjadi cemoohan teman-teman sekolahnya. Penderitaanlah yang menyebabkan ia belajar keras sehingga menjadi filsuf yang besar.
Masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan bahwa penderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.
Contoh lain ialah penderitaan yang menimpa pemimpin besar umat Islam, yang terjadi pada diri Nabi Muhammad. Ayahnya wafat sejak Muhammad dua bulan di dalam kandungan ibunya. Kemudian, pada usia 6 tahun, ibunya wafat. Dari peristiwa ini dapat dibayangkan penderitaan yang menimpa Muhammad, sekaligus menjadi saksi sejarah sebelum ia menjadi pemimpin yang paling berhasil memimpin umatnya (versi Michael Hart dalam Seratus Tokoh Besar Dunia).

Penderitaan dan Kenikmatan
Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Penderitaan dan kenikmatan muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu itu menyakitkan”. Kenikmatan dirasakan apabila yang dirasakan sudah didapat, dan penderitaan dirasakan apabila sesuatu yang menyakitkan menimpa dirinya. Aliran yang ingin secara mutlak menghindari penderitaan adalah hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan itu merupakan tujuan satu-satunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik. Penafsiran hedonisme ada dua macam, yaitu:
1. Hedonisme psikologis yang berpandangan bahwa semua tindakan diarahkan untuk mencapai kenikmatan dan menghindari penderitaan.
2. Hedonisme etis yang berpandangan bahwa semua tindakan ‘harus’ ditujukan kepada kenikmatan dan menghindari penderitaan.
Kritik terhadap hedonisme ialah bahwa tidak semua tindakan manusia hedonistis, bahkan banyak orang yang tampaknya merasa bersalah atas kenikmatan-kenikmatan mereka. Dan hal ini menyebabkan mereka mengalami penderitaan. Pandangan Hedonis psikologis ialah bahwa semua manusia dimotivasi oleh pengejaran kenikmatan dan penghindaran penderitaan. Mengejar kenikmatan sebenarnya tidak jelas, sebab ada kalanya orang menderita dalam rangka latihan-latihan atau menyertai apa yang ingin dicapai atau dikejarnya. Kritik Aristoteles ialah bahwa puncak etika bukan pada kenikmatan, melainkan pada kebahagiaan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kenikmatan bukan tujuan akhir, melainkan hanya “pelengkap” tindakan. Berbeda dengan John Stuart Mill yang membela Hedonisme melalui jalan terhormat, utilitarisme yaitu membela kenikmatan sebagai kebaikan tertinggi. Suatu tindakan itu baik sejauh ia lebih “berguna” dalam pengertian ini, yaitu sejauh tindakan memaksimalkan kenikmatan dan meninimalkan penderitaan.

Penderitaan dan Kasihan
Kembali kepada masalah penderitaan, muncul Nietzsche yang memberontak terhadap pernyataan yang berbunyi: “Dalam menghadapi penderitaan itu, manusia merasa kasihan”. Menurut Nietzche, pernyataan ini tidak benar, penderiutaan itu adalah suatu kekurangan vitalitas. Selanjutnya ia berkata, “sesuatu yang vital dan kuat tidak menderita, oleh karenanya ia dapat hidup terus dan ikut mengembangkan kehidupan semesta alam. Orang kasihan adalah yang hilang vitaliatasnya, rapuh, busuk dan runtuh. Kasihan itu merugikan perkembangan hidup”. Sehingga dikatakannya bahwa kasihan adalah pengultusan penderitaan. Pernyataan Nietzsche ini ada kaitannya dengan latar belakang kehidupannya yang penuh penderitaan. Ia mencoba memberontak terhadap penderitaan sebagai realitas dunia, ia tidak menerima kenyataan. Seolah-olah ia berkata, penderitaan jangan masuk ke dalam hidup dunia. Oleh karena itu, kasihan yang tertuju kepada manusia harus ditolak, katanya.
Pandangan Nietzsche tidak dapat disetujui karena: pertama, di mana letak humanisnya dan aliran existensialisme. Kedua, bahwa penderitaan itu ada dalam hidup manusia dan dapat diatasi dengan sikap kasihan. Ketiga, tidak mungkin orang yang membantu penderita, menyingkir dan senang bila melihat orang yang menderita. Bila demikian, maka itu yang disebut sikap sadisme. Sikap yang wajar adalah menaruh kasihan terhadap sesama manusia dengan menolak penderitaan, yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk meringankan penderitaan, dan bila mungkin menghilangkannya
.
Penderitaan dan Noda Dosa pada Hati Manusia
Penderitaan juga dapat timbul akibat noda dosa pada hati manusia (Al-Ghazali, abad ke 11). Menurut Al-Ghazali dalam kitabnya Ihyaa’ Ulumudin, orang yang suka iri hati, hasad, dengki akan menderita hukuman lahir-batin, akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterima kasih. Padahal dunia tidak berkekurangan untuk orang-orang di segala zaman. Allah SWT telah memberi ilmu dan kekayaan atau kekuasaan-Nya, karena itu penderitaan-penderitaan lahir ataupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki selama hidupnya sampai akhir kelak.
Untuk mengobati hati yang menderita ini, sebelumnya perlu diketahui tanda- tanda hati yang sedang gelisah (hati yang sakit). Perlu diketahui bahwa setiap anggota badan diciptakan untuk melakukan suatu pekerjaan. Apabila hati sakit maka ia tidak dapat melakukan pekerjaan dengan sempurna ia kacau dan gelisah. Ciri hati yang tidak dapat melakukan pekerjaan ialah apabila ia tidak dapat berilmu, berhikmah, bermakrifat, mencintai Allah dengan menyembah-Nya, merasa erat dan nikmat mengingat-Nya.
Sehubungan dengan pernyataan ciri-ciri yang menderita, Allah berfirman:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia selain hanya untuk menyembah kepada-Ku”. (QS. 51: 56)
“Barangsiapa merasa mengerti sesuatu, tetapi tidak mengenal Allah, sesungguhnya orang tersebut tidak mengerti apa-apa. Barangsiapa mempunyai sesuatu yang dicintainya lebih daripada mencintai Allah, maka sesungguhnya hatinya sakit. “katakanlah, hai Muhammad, apabila orang tuamu, anakmu, saudaramu, istrimu, handai tolanmu, harta bendamu yang engkau tumpuk dalam simpanan serta barang dagangan yang yang engkau khawatirkan ruginya dan rumah tempat tinggal yang kamu senangi itu lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah, maka tunggulah sampai perintah Allah datang”. (QS. 9: 24).
Hal lain yang menimbulkan derita terhadap seseorang adalah merasakan suatu keinginan atau dorongan yang tidak dapat diterima atau menimbulkan keresahan, gelisah, atau derita. Maka ia pun berusaha menjauhkan diri dari lingkup kesadaran atau perasaannya. Akhirnya, keinginan atau dorongan itu tertahan dalam alam bawah sadar. Namun, sering orang itu mengekspresikan keinginan atau dorongan itu secara tidak sadar atau dengan ucapan yang keliru. Atau, apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
“Dan kalau Kami mengkhendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu dapat benar-benar mengenal mereka dengan tanda-tandanya, tetapi kamu mengenal mereka dari bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu”. (QS. 47: 29-30).
Demikianlah Al-Quran telah mengisyaratkan tentang adanya ciri-ciri orang yang tidak sadar (menderita) lewat kata-kata yang keliru, sejak 14 abat yang lalu sebelum dikemukakan oleh Freud, penemu teori psikoanalisis. Bahkan sebuah hadist mengatakan:
“Tak seorang pun yang menyembunyikan suatu rahasia kecuali jika Allah akan memberinya penutup. Apabila penutup itu baik, maka rahasia itu baik, dan apabila penutup itu buruk maka buruk pula rahasia itu”. (Tafsir Ibn Katsir, Vol. 4 hal. 180).
Obat supaya hati sehat di firmankan Allah sebagai berikut:
“Kecuali orang yang datang ke hadirat Allah SWT dengan hati yang suci”. (QS. 26: 89 ).
Jadi, mengenal atau makrifat kepada Allah yang membawa semangat taat kepada Allah SWT dengan cara menentang hawa nafsu, merupakan obat untuk menyembuhkan penyakit dalam hati (menderita gelisah) (Al-Ghazali, abad ke-11).